Kamis, 04 Oktober 2012

10 Sektor yang Tumbuh di Saat Krisis

Inovasi Produk

10 Sektor yang Tumbuh di Saat Krisis

 
Ketika secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi melambat, beberapa sektor usaha sebenarnya tengah tumbuh, bahkan sebagian di antaranya tumbuh dengan pesat. Nah, mungkin ini bisa menjadi ide bagi Anda yang ingin memulai bisnis. Ini dia 10 sektor yang tetap tumbuh di saat krisis:
1. Sektor jasa: sektor ini, yang menyokong separuh dari kegiatan ekonomi, tetap tumbuh di saat krisis, karena di saat krisis, diperlukan jasa-jasa atau layanan baru yang sesuai dengan kondisi ini.
2. Toko diskon: harga yang lebih rendah selalu identik dengan penjualan yang lebih banyak. Tak heran jika harga-harga saham ritel seperti Wal-Mart meningkat ketika harga-harga saham sektor lainnya jatuh.
3. Fast food: di saat krisis, restoran cepat saji seperti McDonald’s justru mengalami peningkatan penjualan, karena para konsumen dari makanan yang lebih mahal kini beralih ke menu makanan yang lebih terjangkau.
4. Barang seken: barang seken itu oke saja bagi konsumen yang mencari ‘harga terbaik’, yang berpikir: yang penting kan manfaatnya.
5. Real estate, khususnya klinik dan rumah sakit.
6. Netbook: Sepuluh juta laptop mini ini, yang berharga antara 3-5 juta rupiah, terjual tahun lalu, meroket dari beberapa ratus ribu buah saja pada tahun 2007. Model-model baru yang bekerja lebih cepat dengan batere yang tahan lebih lama, akan makin banyak terjual di saat krisis ini.
7. Layanan pendidikan dan kesehatan: di Amerika Serikat misalnya, sektor ini tumbuh lebih pesat dari sektor lainnya, dan diperkirakan bakal menyerap 5,5 juta tenaga kerja dari tahun 2006 sampai 2016.
8. Social networking: hanya empat bulan setelah menembus 100 juta pengguna, Facebook mencapai 150 juta pengguna pada Januari lalu dan sudah mencapai 200 juta saat Anda membaca tuluisan ini. Bisnis apa saja yang menghubungkan diri dengan Facebook ini, akan mendapat imbas dari meningkatnya popularitas layanan ini.
9. 3-D: teknologi gambar 3 dimensi kini meningkat pesat, dan pengguna konten layanan 3-D juga makin banyak.
10. Tabungan: jumlah tabungan meningkat sebagai antisipasi kalau-kalau krisis berlangsung lebih lama. Tak heran jika penjualan produk atau jasa yang berkaitan dengan ini, mulai dari tabungan, deposito, hingga piggy bank, juga meningkat.
 
sumber: femina

tip Marketing: Saat Konsumen Mengeluh…

Marketing

Saat Konsumen Mengeluh…


Berbagai penelitian telah menunjukkan, pada umumnya, konsumen yang merasa tidak puas dengan barang atau jasa yang dibelinya, tidak akan langsung mengungkapkan ketidakpuasannya kepada Anda, sebagai penjual. Mereka pergi dengan wajah biasa saja. Namun, yang terjadi kemudian, mereka berbicara kepada semua orang agar tidak berbisnis dengan Anda.

Jadi, ketika seorang konsumen mengeluh, sebaiknya jangan dianggap hal ini sebagai gangguan atau kritikan. Sebab, sebuah produk barang atau jasa yang dianggap 'terbaik' pun bisa saja dikomplain oleh konsumen. Sebaliknya, berpikirlah bahwa ini kesempatan emas untuk merubah persepsi si konsumen dan membuatnya tetap menjadi pelanggan Anda.

Cara-cara berikut ini bisa Anda gunakan untuk menangani keluhan konsumen:
•    Berikan kesempatan kepada konsumen mengungkapkan keluhannya. Pancing agar rasa frustrasi mereka keluar dan tersalurkan.
•    Jangan pernah beragumentasi dengan konsumen.
•    Jangan pernah bilang ke konsumen, "Sebelumya tak pernah ada masalah seperti ini." Kalimat ini hanya membuat konsumen semakin marah.
•    Utarakan pandangan Anda dengan cara sesopan mungkin.
•    Ambil tanggung jawab terhadap apa yang dikeluhkan. Jangan membuat alasan. Jika yang dikeluhkan itu terjadi akibat keterlambatan suplai bahan, atau karyawan yang mengerjakan pesanan sakit, jangan jadikan itu sebagai alasan, karena itu bukan urusan konsumen.
•    Segera ambil tindakan untuk menyelesaikan masalah. Menjanjikan penyelesaian namun kemudian telat lagi, hanya membuat masalah jadi tambah buruk.
•    Bekali karyawan garis depan Anda agar lebih fleksibel dalam menerima keluhan. Beri ia sedikit kebebasan dalam mengambil keputusan, khususnya jika ia terpaksa harus 'membengkokkan' peraturan demi kepuasan konsumen. Jika Anda belum yakin ia bisa menangani keluhan dengan baik, pastikan ia merujuk ke atasannya atau ke Anda untuk menangani situasi tersebut.
 
sumber: femina

Saatnya UKM Masuki Era Virtual

Marketing

Saatnya UKM Masuki Era Virtual

Menata kantor supaya tampak rapi dan elegan bagi kunjungan klien? Mungkin ini sudah bukan prioritas lagi sekarang. Kini lebih penting menata penampilan galeri virtual produk dan layanan website Anda. Biayanya lebih murah, jangkauannya… tak terbatas! Promosi pun semudah menjentikkan jari tangan melalui tombol-tombol huruf di komputer Anda. Ya, era virtual, khususnya bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), kini memang sudah dimulai.

Pesatnya perkembangan teknologi memberikan peluang besar terhadap era perdagangan tanpa batas wilayah. Memasarkan produk dan layanan sudah saatnya tak hanya mempertimbangkan pasar lokal tetapi menjangkau pasar yang lebih luas. Mulai dari konsumen di berbagai kota di tanah air hingga di kota-kota lain di luar negeri. Semua itu kini bisa dijangkau hanya dengan seperangkat piranti komputer seberat kurang dari 5 kilogram. Untuk itu, UKM mutlak menguasai teknologi internet, dan memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan usaha.

Selain menembus pasar yang lebih luas, internet merupakan sarana berkomunikasi yang efektif untuk bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Komentar, kritik, saran, bahkan komplain sekalipun bisa segera diterima tanpa harus menunggu kesempatan bertemu. Lewat internet, UKM juga bisa langsung menghadirkan produk di depan pelanggan tanpa harus sibuk mengangkut barang ke lokasi seperti bila sedang mengikuti pameran dagang.

Potensi pasar yang bisa digarap via internet memang luar biasa. Tengok saja pertumbuhan pengguna internet yang mencengangkan. Pada kiartal pertama 2011 ini saja, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 39,6 juta jiwa (data www.internetworldstats.com). Dari angka tersebut, 38,86 juta di antaranya terdaftar sebagai anggota facebook, sarana media jejaring sosial yang sangat populer di Indonesia selain twitter. Sebagai pengguna aktif internet, Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbesar di Asia setelah Cina, India, dan Jepang. Total pengguna internet di Asia sendiri saat ini diperkirakan mencapai 932.393.209 (kwartal pertama 2011), dan itu merupakan 44% dari total pengguna internet di seluruh dunia.

Kecanggihan teknologi smartphone seperti blackberry, iphone, atau ipad menambah lagi kemudahan akses bagi para pengguna internet, yaitu cukup dari genggaman. Selain sebagai sarana social networking, para pelaku usaha tak dapat lagi mengabaikan internet sebagai keharusan bagi jejaring bisnis. Lagipula, mengapa tidak, kalau pengeluaran yang lebih sedikit itu justru menjanjikan keuntungan yang lebih besar, tak peduli di mana pun Anda berkantor, atau dari mana pun Anda menjalankan roda bisnis Anda

Kelola Uang : Cash atau Debit?

Kelola Uang

Cash atau Debit?


Masalahnya, kini jarang konsumen yang membawa uang dalam jumlah banyak. Mereka lebih suka membawa sederetan kartu kredit dan kartu debit di dompetnya. Di samping itu, kini sudah banyak bank yang menyediakan fasilitas transaksi layanan gesek kartu debit atau kartu kredit ini untuk usaha kecil. Sayang kan, kalau kita tidak memanfaatkan fasilitas ini. Bisa-bisa, kita malah mengalami hambatan saat bertransaksi. Misalnya saja saat mengikuti pameran atau eksibisi, ketika banyak konsumen yang membeli dan butuh layanan transaksi yang cepat.

Pembayaran dengan menggesek kartu debit atau kredit dibedakan menjadi dua: online dan offline. Pada pembayaran online, si pembeli mengesahkan pembayaran dengan memberikan nomor PIN. Sementara, pada transaks offline, pembeli mengesahkan dengan menandatangani bukti penjualan.

Pembayaran online berlangsung cepat, nyaman, dan aman. Pembeli menggesekkan kartu debitnya ke mesin pembaca chip atau pita magnetik. Pembeli lalu memasukkan nomor PIN kartunya di PIN pad. Jika dana dalam kartu mencukupi, transaksi akan langsung terjadi. Dana di akun si pembeli akan dipindahkan ke akun pemilik toko dalam 2-3 hari kerja. Si pemilik toko membayar fee transaksi ke bank penyedia layanan transaksi gesek ini sebesar 2,5-3%  dari nilai transaksi.

Untuk bisa menerima pembayaran online, kita mesti memiliki akun di bank penyedia layanan, memiliki mesin pembayaran, printer untuk mencetak bukti transaksi, dan PIN pad. Banyak bank yang menawarkan baik pembayaran dengan kartu debit maupun kredit, namun biasanya persetujuan untuk kedua layanan ini dilakan secara terpisah. Kita bisa memperoleh mesin transaksi di mana PIN pad, mesin pembayaran, dan printer ada di satu mesin, namun bisa juga PIN pad-nya terpasang secara terpisah, namun masih tersambung dengan mesin pembayaran. Apapun jenisnya, yang penting pembeli merasa aman saat mengetikkan PIN-nya.

Transaksi dengan kartu debit ini baru tersedia untuk transaksi secara langsung, belum untuk transaksi di internet. Beberapa institusi keuangan telah memperkenalkan proses transaksi internet dengan kartu debit berdasar PIN ini, namun belum diterima secara luas.

Pembayaran Offline dengan Kartu Kredit
Tidak seperti pembayaran online, pembayaran offline tidak mengikutsertakan PIN.
Pelanggan hanya memberikan kartunya, lalu pemilik toko menggesekkan kartu itu ke mesin pembayaran dan menyelesaikan proses penjualan. Pembeli menandatangani bukti transaksi, yang memberi otoritas kepada penjual untuk menarik uang dari akun si pembeli.

Di internet, konsumen memasukkan informasi kartu kredit itu ke form yang disediakan website si penjual, sama seperti pada pembelian secara langsung dengan cek. Data yang dimasukkan lalu dienskripsi, ditangkap oleh pemroses transaski dan dikirim ke jarigan pemroses kartu kredit untuk diotorisasi. Persetujuan biasanya dilakukan dalam 2-3 hari kerja. Karena transaksi dengan cek ini diproses melalui jaringan yang sama seperti kartu kredit, maka transaksi ini juga memberikan diskon ataupun fee yang sama.

Kedua jenis pembayaran dengan kartu ini memberi keleluasaan bagi pelaku usaha, agar bisa menangkap peluang dari para pembeli impulsif, menghasilkan transaksi yang lebih besar, serta meningkatkan loyalitas konsumen. Namun, pembayaran dengan kartu debit berdasar PIN memberikan keuntungan tambahan, yakni:
•    Fasilitas cash back untuk konsumen
•    Memperpendek antrian konsumen melakukan pembayaran
•    Meminimalkan pemalsuan
•    Jumlah transaski yang berhasil makin meningkat
•    Berpotensi memberikan penghasilan tambahan, misalnya jika ada biaya kirim yang dibebankan kepada konsumen.

Dengan investasi yang minimum, usaha kecil yang menggunakan transaski berbasis PIN ini bisa meningkatkan penjualan dan keuntungan. Kontaklah bank penyedia layanan proses debit ini untuk belajar tentang pilihan-pilihan pembayaran yang ada.

Kiat Wirausaha

Ingin Berbisnis

Fleksibelitas pembagian waktu antara pekerjaan dengan berbisnis memang harus imbang. Belum berani totalitas sepenuhnya dalam berbisnis itu wajar dikarenakan masih berstatus karyawan.

Bisnis yang bisa dilakukan dengan tetap menjaga status sebagai karyawan memang adalah bisnis yang tak banyak menyita waktu dan bisa dipantau, baik via internet, telepon, maupun gadget lainnya. Pilihan bisnisnya antara lain: perdagangan saham, broker atau makelar, atau usaha yang basisnya hobi dan bisa ditinggal, seperti ikan hias, tanaman, dan sebagainya.

Namun, Anda perlu menyadari bahwa bisnis apa pun, jika dilakukan separuh waktu, maka hasilnya hanya seperempat dari mereka yang fokus 100%.  Jadi, yang bagus adalah fokus dan tahan menghadapi segala cuaca, tak mudah menyerah, walaupun di tahap awal belum mendapatkan untung.  

Lantas, kapan Anda harus berhenti untuk konsentrasi pada bisnis? Jika karier Anda stagnan, berhenti saja. Bisnis tidak otomatis membuat Anda sukses. Tapi, sudah pasti bikin sakit kepala kalau di kantor tidak berkinerja, tidak menarik, sementara bisnis yang Anda tekuni juga tidak maju-maju kalau dikerjakan separuh hati
 
Sumber: femina

Kiat Wirausaha

Kiat Wirausaha

Bisnis Sebagai 'Pelarian'

Setelah nyaris satu dekade bekerja di bidang finance, kini Anda berada di titik jenuh. Banyak yang menyarankan untuk memulai bisnis saja supaya Anda bebas menentukan hidup. Tapi, kalau Anda menjadi pengusaha hanya karena ingin melarikan diri dari kejenuhan rutinitas pekerjaan, bukankah hasilnya juga tidak akan maksimal? 

Menurut konsultan bisnis Rhenald Kasali, Anda sedang membutuhkan yang namanya ‘karier’ kedua. Caranya bisa dengan pindah perusahaan, pindah bidang pekerjaan, atau malah beralih total dari pegawai menjadi pengusaha. Menjadi pengusaha untuk terbebas dari kejenuhan tidak ada salahnya. Kalau nantinya Anda sedikit ‘tersesat’, mungkin Anda tersesat di jalur yang lebih enak dari sebelumnya.

Tapi, sebelum Anda mulai, ada beberapa hal yang perlu dipastikan. Pertama adalah keteguhan hati. Banyak yang tidak mengerti bahwa setiap orang yang memulai sesuatu yang baru pasti akan mengalami kesalahan atau malah kejatuhan. Kedua hal ini justru bagus. Makin cepat jatuh, makin cepat seseorang akan ‘membal’ kembali, atau malah mati. Ini proses yang alamiah. Saat jatuh, proses pembelajaran pertama seseorang selesai. Harusnya, ia bisa belajar dari kesalahan pertamanya itu. 

Yang kedua adalah kerelaan berkorban. Kegagalan adalah pengorbanan dan risiko, tapi bukan akhir dari segalanya. Maka dari itu, yang terakhir, pastikan bahwa Anda punya 2 parasut sebelum ‘terjun payung’. Pastikan bahwa Anda punya backup. Jika usaha yang baru Anda rintis ini gagal, Anda masih punya pegangan lain atau plan B

Rabu, 03 Oktober 2012

Tips Cara Mengecilkan Perut Dengan Cepat dan Aman

Tips Cara Mengecilkan Perut Dengan Cepat dan Aman

Perut buncit menjadi masalah serius bagi kaum wanita dan juga pria. Selain mengganggu penampilan perut buncit juga membuat kita mudah terserang penyakit. Karena sebagian besar penyakit bersarang di perut atau pencernaan (khususnya usus).
Sebenarnya perut buncit disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat dan banyaknya mengkonsumsi makanan cepat saji atau junkfood. Selain itu kurangnya beraktifitas dan terlalu banyak duduk juga dapat menyebabkan perut menjadi buncit.
Banyak penyebab perut buncit diantaranya, pola makan yang tidak teratur, makan terburu-buru, pola pikir yang salah tentang makan dan makanan, faktor gen dan usia, dan minuman bersoda dan atau minuman yang mengandung alcohol.
Nah, bagi yang sudah terlanjur bermasalah dengan perut buncit, jangan khawatir. Simak tips cara mengecilkan perut dengan cepat dan aman berikut :
  1. Hindari makan garam yang berlebihan.
    Terlalu bayak mengkonsumsi garam dalam diet dapat menambah ekstra sodium terhadap cairan tubuh kita dan memperlambat mekanisme dalam tubuh. Batasi juga makanan yang mengandung karbohidrat.
  2. Hindari Stres
    Stress dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kita menjadi sulit tidur, jadi cegahlah stress sedini mungkin dengan melakukan refreshing atau mencoba tidur dengan lebih awal. Dan hindarilah tidur setelah makan terutama pada malam hari, karena tidur setelah makan akan membuat perut kita menjadi semakin buncit.
  3. Olahraga dan air putih
    Fungsi air putih adalah untuk membersihkan organ dalam terutama saluran pencernaan kita dari berbagai racun dan penyakit. Sedangkan olahraga sangat berguna untuk pembuangan kalori atau hasil pembakaran lemak dan kita konsumsi. Olahraga yang cocok untuk mengecilkan perut adalah dengan melakukan jalan santai, push up, aerobik dan olahraga lainnya.
  4. Menggunakan produk pelangsing
    Anda pun bisa dengan mudah mendapatkan produk pelangsing tubuh. Namun perlu diperhatikan bahwa Anda harus berhati-hati dalam memilih. Pastikan produk tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan terjamin keasliannya. Produk tersebut tersedia dalam krim atau suplemen. Biasanya hasil akan terlihat dalam hitungan hari saja. Fungsi produk pelangsing yakni dapat menekan nafsu makan dan dapat mempercepat turunnya berat badan.
Tips dan cara diatas semoga dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan yang ideal. Badan langsing dengan cara cepat dan aman bukan lagi jadi mimpi.